PEMBUATAN GROUP WA

Berita: Pentingnya Membuat Grup WhatsApp untuk Memperkuat Komunikasi Anggota PGM di Empat Kabupaten

Merauke – Dalam upaya memperkuat sinergi dan mempercepat alur informasi antaranggota, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Papua Selatan mendorong pembentukan Grup WhatsApp (WA) resmi di empat kabupaten: Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel. Inisiatif ini dinilai sangat penting untuk memperlancar komunikasi dan koordinasi kegiatan organisasi secara efisien dan terstruktur.

Ketua PGM Papua Selatan, Umar, menyampaikan bahwa era digital saat ini menuntut organisasi seperti PGM untuk beradaptasi dengan cara kerja yang lebih cepat dan terhubung. “Dengan adanya grup WA, informasi penting seperti rapat, pelantikan, pelatihan, serta kebijakan dari pusat bisa langsung diteruskan tanpa menunggu lama. Ini juga mempermudah kita menjawab pertanyaan dan menampung aspirasi anggota secara langsung,” ujarnya.

Menurut pakar teknologi informasi, Dr. Arif Nugroho, penggunaan aplikasi komunikasi seperti WhatsApp dalam organisasi adalah salah satu bentuk transformasi digital yang sederhana namun berdampak besar. “Grup WA bukan hanya media bertukar pesan, tetapi juga membangun ekosistem komunikasi kolaboratif. Dalam konteks organisasi pendidikan seperti PGM, grup ini sangat berguna untuk memperkuat jejaring, berbagi sumber belajar, serta mempercepat pengambilan keputusan,” jelasnya.

Senada dengan itu, Ir. Diah Lestari, M.T., ahli sistem informasi komunikasi, menambahkan bahwa WhatsApp menawarkan fitur-fitur yang sangat cocok untuk organisasi seperti pengiriman dokumen, tautan, video pembelajaran, hingga rekaman rapat. “Dengan memanfaatkan fitur seperti broadcast, polling, dan grup-link invitation, komunikasi bisa dijalankan dengan tertib dan produktif,” katanya.

Melalui pembentukan grup WA ini, PGM Papua Selatan berharap dapat menciptakan jalur komunikasi yang aktif, terbuka, dan mendukung kemajuan madrasah di seluruh wilayah. Setiap kabupaten akan memiliki koordinator grup yang bertugas memfasilitasi informasi dari dan ke pengurus provinsi serta mengawasi etika komunikasi agar tetap dalam koridor profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *