KETUA PGM PAPUA SELATAN RILIS 41 APLIKASI KARYAWAN AI, BUKA PELUANG GURU KEMBANGKAN KOMPETENSI DIGITAL DAN PENGHASILAN TAMBAHAN
Merauke, 17 September 2026 | Pukul 16.10 WIT
41 Aplikasi dengan Beragam Fungsi untuk Mendukung Aktivitas Guru di Era Artificial Intelligence
Merauke, Papua Selatan — Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) terus membuka berbagai peluang baru bagi dunia pendidikan. Menjawab perkembangan tersebut, Ketua PGM Papua Selatan, Umar Latifui, S.S., M.Si., hari ini, Kamis, 17 September 2026, merilis sebuah platform 41 Aplikasi Karyawan AI yang dirancang dengan berbagai kemampuan khusus untuk membantu guru dalam menjalankan aktivitas pembelajaran sekaligus mengembangkan kreativitas digital.
Platform tersebut menghadirkan berbagai aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan guru, mulai dari membuat bahan pembelajaran, mengembangkan media pembelajaran digital, membuat film pembelajaran, membuat video promosi, hingga membantu guru mengembangkan berbagai produk digital.
Kehadiran platform ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana bagi guru untuk semakin mengenal dan memanfaatkan teknologi AI secara produktif.
Memudahkan Guru Membuat Pembelajaran Lebih Kreatif
Melalui berbagai aplikasi yang tersedia, guru dapat mengeksplorasi teknologi AI untuk menghasilkan materi pembelajaran yang lebih menarik dan kreatif.
Guru dapat memanfaatkannya untuk membantu membuat konsep pembelajaran, materi presentasi, video pembelajaran, film edukasi, hingga berbagai konten digital lainnya.
Pemanfaatan AI dalam pendidikan sendiri semakin mendapatkan perhatian. Pemerintah telah menetapkan pedoman pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pendidikan melalui SKB tujuh menteri pada Maret 2026.
Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah memperluas akses pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI bagi guru melalui Ruang GTK sehingga guru dari Sabang sampai Merauke dapat mengembangkan kompetensinya secara digital.
Bukan Hanya untuk Mengajar, tetapi Juga Membantu Guru Mengembangkan Produk Digital
Menurut konsep yang diperkenalkan dalam platform tersebut, guru tidak hanya diarahkan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga dapat menjadi kreator produk digital.
Guru dapat mengembangkan berbagai karya seperti aplikasi pembelajaran, video pembelajaran, materi digital, konten promosi, katalog produk, maupun produk digital lainnya yang dapat dikembangkan melalui ekosistem online.
Dengan demikian, keterampilan AI diharapkan tidak berhenti pada penggunaan untuk kegiatan mengajar, tetapi juga dapat membuka ruang bagi guru untuk mengembangkan kreativitas dan potensi ekonomi digitalnya.
Tersedia Konsep Toko All In One
Selain kumpulan aplikasi AI, platform tersebut juga memperkenalkan konsep Toko All In One, yaitu sebuah ekosistem digital yang memungkinkan anggota mengakses berbagai aplikasi dalam satu tempat.
Salah satu program yang diperkenalkan adalah sistem referral. Guru yang telah menjadi anggota dapat membagikan link referral kepada rekan guru lainnya.
Apabila seseorang bergabung melalui link referral tersebut sesuai dengan ketentuan program, anggota yang melakukan referral disebut memperoleh komisi sebesar Rp50.000 untuk setiap guru yang berhasil bergabung.
Besaran dan mekanisme komisi tersebut tentunya mengikuti ketentuan program yang berlaku pada platform dan bukan merupakan jaminan penghasilan tetap.
Ajakan untuk Guru Madrasah dari Merauke sampai Aceh
Dalam peluncuran tersebut, Umar Latifui mengajak para guru madrasah untuk tidak takut menghadapi perkembangan teknologi AI.
Menurutnya, guru perlu terus belajar agar dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu untuk meningkatkan kreativitas, produktivitas dan kualitas pembelajaran.
“Mari kita bersama-sama meningkatkan kemampuan AI guru. Dari Merauke sampai Aceh, mari kita belajar teknologi, membuat karya digital, mengembangkan aplikasi pembelajaran, membuat film pembelajaran, membuat konten promosi, dan memanfaatkan teknologi untuk membuka peluang baru.”
Ajakan tersebut sejalan dengan perkembangan transformasi digital madrasah yang saat ini terus didorong di berbagai daerah. Kementerian Agama juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi digital guru serta pemanfaatan aplikasi untuk mendukung administrasi, sumber belajar dan pembelajaran interaktif.
Guru Dituntut Menjadi Adaptif di Era AI
Umar Latifui menilai bahwa perkembangan AI harus disikapi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan guru.
Guru tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan, sementara AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mempercepat pekerjaan dan menghasilkan berbagai karya.
Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa AI tidak menggantikan peran guru, melainkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan kreatif.
Dengan hadirnya 41 Aplikasi Karyawan AI dan Toko All In One, para guru diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk belajar, berkarya dan mengembangkan kemampuan digital.
Dari Merauke sampai Aceh, guru madrasah diajak menjadi guru yang tidak hanya mengajar di era AI, tetapi juga mampu menciptakan karya dan memanfaatkan teknologi secara produktif.
