Ketua PGM Papua Selatan Umar Latifui Rilis Aplikasi Absensi dan Penilaian Digital untuk Madrasah
Merauke 17 Juli 2026— Ketua Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Madrasah (PGM) Papua Selatan, Umar Latifui, S.S., M.Si., merilis sebuah inovasi digital berupa aplikasi absensi dan penilaian siswa yang dirancang untuk membantu guru dan madrasah dalam melakukan pengelolaan kehadiran serta perkembangan peserta didik secara lebih praktis dan terintegrasi.
Aplikasi tersebut menghadirkan sistem absensi digital yang memungkinkan siswa melakukan presensi secara online hanya dengan menggunakan foto wajah. Data kehadiran siswa kemudian tercatat secara otomatis dalam sistem sehingga guru dapat memantau kehadiran peserta didik dengan lebih mudah.
Tidak hanya menyediakan fitur absensi, aplikasi ini juga dilengkapi dengan sistem penilaian peserta didik, baik penilaian kognitif maupun psikomotorik. Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah adanya penilaian 5 Nilai Cinta, yang dapat digunakan guru untuk mendokumentasikan perkembangan karakter dan akhlak peserta didik.
Menurut Umar Latifui, kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat membantu madrasah melakukan transformasi pengelolaan pendidikan dengan memanfaatkan teknologi digital.
“Aplikasi ini kami rancang agar guru tidak hanya mudah melakukan absensi, tetapi juga dapat mencatat perkembangan siswa secara lebih lengkap, baik dari sisi akademik maupun karakter,” ujar Umar Latifui.
Salah satu fitur yang menjadi bagian penting dari aplikasi tersebut adalah pengiriman hasil penilaian kepada orang tua melalui WhatsApp. Dengan fitur ini, guru dapat menyampaikan perkembangan nilai siswa kepada orang tua secara lebih cepat dan real time.
Orang tua tidak harus menunggu pembagian rapor untuk mengetahui perkembangan anaknya. Informasi mengenai nilai dan perkembangan peserta didik dapat disampaikan secara langsung melalui WhatsApp yang terintegrasi dengan sistem aplikasi.
Umar Latifui menjelaskan bahwa sistem tersebut juga memiliki keterkaitan dengan upaya penerapan nilai KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) di lingkungan madrasah. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga perlu memperhatikan pembentukan akhlak, karakter, dan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita ingin teknologi bukan hanya digunakan untuk mencatat nilai kognitif. Nilai akhlak, karakter dan nilai-nilai cinta juga perlu diperhatikan. Dengan sistem ini, orang tua dapat ikut memantau perkembangan anak melalui laporan yang dikirim guru secara digital,” jelasnya.
Melalui aplikasi tersebut, guru diharapkan dapat memiliki dokumentasi perkembangan siswa yang lebih terstruktur, sementara orang tua mendapatkan akses informasi yang lebih cepat mengenai proses pendidikan anaknya.
Inovasi ini juga menjadi bagian dari dorongan PGM Papua Selatan untuk mendorong transformasi digital guru dan madrasah, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan bukan sekadar sebagai alat administrasi, tetapi sebagai sarana untuk memperkuat hubungan antara guru, siswa, dan orang tua.
Dengan semakin berkembangnya pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan, aplikasi absensi dan penilaian tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif solusi bagi madrasah di berbagai daerah di Indonesia dalam membangun sistem pendidikan yang lebih terintegrasi, transparan, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Silahkan coba demo aksesnya di link berikut https://umar.vibecoder.co.id/absen-penilaian-siswa/?v=2
user siswa pasword siswa setalah login coba foto selfi untuk absensinya
user guru pasword guru123 setlah login coba foto selfi dan nilai 5 cinta siswanya dan juga mate pelajaran setlahitu clik tombol menu rekap nilai dan bagikan ke wa orang tuanya
TUTORIAL PENGGUNAAN ABSENSI DIGITAL SELFINYA
